Home » , , , » Kenapa Ada Selaput Dara yang Mudah Robek dan Tahan Robek?

Kenapa Ada Selaput Dara yang Mudah Robek dan Tahan Robek?

Written By Admin on Selasa, 18 September 2012 | 23.47



Kenapa Ada Selaput Dara yang Mudah Robek dan Tahan Robek?

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Rabu, 19/09/2012 10:10 WIB

Browser anda tidak mendukung iFrame
Jakarta, Meski seringkali dianggap sebagai tanda keperawanan, tapi tidak semua perempuan memiliki bentuk selaput dara yang sama. Ada perempuan dengan selaput dara mudah robek, tetapi juga ada yang tak robek sama sekali meski sudah berhubungan seksual.

Hymen atau selaput darah merupakan membran tipis yang mengelilingi pembukaan vagina, yang dalam perkembangannya bisa menghambat sebagian atau keseluruhan jalan masuk ke vagina.

"Mudah robek atau tidaknya tergantung pada elastisitas selaput dara. Kalau dia tidak elastis, naik kuda saja bisa teriritasi lalu robek. Tapi kalau elastis, sudah berkali-kali berhubungan pun tidak akan robek," ujar Dr Andri Wanananda MS, pakar seksologi dari Universitas Tarumanegara, saat dihubungi detikHealth, seperti ditulis Rabu (19/9/2012).

Selaput dara memiliki bentuk dan derajat kelembutan serta fleksibilitas yang berbeda-beda, semua ini tergantung dari individu itu sendiri. Tidak semua perempuan memiliki selaput dara yang sama, bahkan ada juga yang terlahir tanpa selaput dara sama sekali.

Selaput dara paling umum berbentuk seperti setengah bulan. Bentuk ini memungkinkan darah menstruasi mengalir keluar dari vagina.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Frank H. Netter MD yang termuat dalam buku The Human Sexuality, bentuk dari selaput dara ini terbagi menjadi 4 bentuk, yaitu:

1. Annual hymen, bentuk selaput dara ini melingkari penuh lubang vagina, namun terdapat lubang kecil di tengahnya yang memungkinkan darah menstruasi keluar.





2. Septate hymen, bentuk selaput dara yang memiliki sebuah jaringan ekstra di tengah yang menyebabkan dua lubang vagina kecil. Perempuan dengan selaput dara ini mungkin kesulitan untuk menggunakan pembalut. Karena itu biasanya dilakukan operasi untuk mengangkat jaringan pemisah dan membuat vagina berukuran normal.





3. Cibriform hymen, bentuk selaput dara ini ditandai dengan beberapa lubang yang terbuka, tapi lubang ini lebih kecil dan jumlahnya lebih banyak.





4. Introitus, pada perempuan yang sangat berpengalaman dalam hubungan seksual bisa saja lubang selaputnya membesar, namun masih menyisakan jaringan selaput dara di dinding vagina.





Selain 4 bentuk selaput dara tersebut, ada pula jenis selaput dara lain, seperti dilansir youngwomenshealth.org, yaitu

1. Imperforate hymen, yaitu selaput dara yang tertutup rapat di lubang vagina. Kondisi ini jarang terjadi dan biasanya didiagnosis saat lahir. Karena tak ada lubang, maka darah menstruasi pun tidak bisa mengalir keluar vagina, sehingga bisa membuat pembengkakan di perut. Beberapa juga menyebabkan rasa sakit pada saat buat air kecil.





Untuk mengatasinya, diperlukan operasi kecil untuk membuang jaringan hymen dan membuat lubang vagina berukuran normal sehingga darah menstruasi dapat mengalir keluar vagina.

2. Microperforate hymen, bila selaput dara hanya memiliki lubang sangat kecil. Darah menstruasi biasanya masih dapat mengalir keluar dari vagina tetapi pembukaannya sangat kecil.



0 komentar:

Posting Komentar

Masukkan comment anda tentang Keep on Moving, Sharing artikel menarik, Artikel indonesia, Artikel luar negri, new article, old article, Penemuan, Discovery, Serba Serbi, disini.

Please Bantu Saya, Like This !!!

×

and

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.