Home » » Menkominfo Tegaskan Seleksi 3G Takkan Molor

Menkominfo Tegaskan Seleksi 3G Takkan Molor

Written By Admin on Minggu, 07 Oktober 2012 | 01.15




Ilustrasi (Inet)
Bukittinggi - Harus diakui, kasus pailit yang menyeret Telkomsel sedikit banyak berpengaruh terhadap proses seleksi third carrier 3G di rentang frekuensi 2.1 GHz.

Namun untuk kesekian kalinya, Menkominfo Tifatul Sembiring menegaskan bahwa seleksi yang akan memperebutkan dua blok di kanal 11 dan 12 itu takkan molor sampai tahun depan alias tetap bakal digelar pada tahun 2012.

"(Seleksi 3G) tetap dilakukan tahun ini," jelas Tifatul ketika ditemui di Bukittinggi, dalam acara soft launch layanan 3G 900 Indosat.

Menurut menteri yang gemar berpantun ini, posisi Telkomsel saat ini masih belum inkrah alias berkekuatan hukum tetap, lantaran yang bersangkutan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

"Sehingga kita masih lihat kemungkinannya sembari menunggu inkrah untuk kasus Telkomsel," lanjut Tifatul.

Di mata Tifatul, kasus Telkomsel terbilang 'aneh'. Ia tak percaya yang berstatus sebagai operator seluler terbesar di Indonesia dan memiliki aset ratusan triliun, dinyatakan pailit.

"Yang pasti gak mungkin melihat Telkomsel dengan aset ratusan triliun dinyatakan pailit gara-gara kasus dengan (nilai sengketa) Rp 5,3 miliar," imbuhnya.
detik.com

Kisruh Telkomsel dengan PT Prima Jaya Informatika berawal dari dihentikannya pasokan produk prabayar, Kartu Prima, mulai Juni 2012. PT Prima sebagai mitra mengajukan gugatan pailit kepada Telkomsel karena dianggap mempunyai utang jatuh tempo atas penyediaan kartu Prima.

Perjanjian ditandatangani di bulan Juli 2011 kala direktur utama diduduki oleh Sarwoto Atmosutarno, menyebut PT Prima Jaya berhak mendistribusikan Kartu Prima voucher isi ulang dan kartu perdana pra bayar Kartu Prima berdesain atlet nasional selama dua tahun.

Telkomsel memiliki kewajiban menyediakan voucher isi ulang bertema khusus olahraga sedikitnya 120 juta lembar. Telkomsel juga berkewajiban menyediakan kartu perdana prabayar bertema olahraga sebanyak 10 juta per tahun untuk dijual PT Prima.

Namun, sejak Juni lalu, kewajiban masing-masing pihak terhenti dengan Telkomsel melakukan pemutusan hubungan meskipun kontrak belum berakhir.

0 komentar:

Posting Komentar

Masukkan comment anda tentang Keep on Moving, Sharing artikel menarik, Artikel indonesia, Artikel luar negri, new article, old article, Penemuan, Discovery, Serba Serbi, disini.

Please Bantu Saya, Like This !!!

×

and

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.